JAKARTA , EDITOR -Anggota penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju (tengah) dan Penasehat Hukum, Maskur Husain, resmi memakai rompi tahanan seusai pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 22 April 2021. Stepanus, seorang penyidik kepolisian di KPK diduga minta uang dengan nominal hampir Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial dengan iming-iming akan menghentikan kasusnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara ihwal kecurigaan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyakini penyidik asal kepolisian Stefanus Robin Pattuju tak bergerak sendiri dalam upaya mengakali perkara Wali Kota Tanjungbalai.
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, KPK bekerja berdasarkan kecukupan alat bukti. "Tidak berdasar asumsi, persepsi, dan opini," ujar dia melalui pesan teks pada Ahad, 25 April 2021.
Meski begitu, Ali Fikrin memastikan pihaknya akan mengusut segala informasi yang diterima terkait perkara suap dalam kasus Wali Kota Tanjungbalai itu. KPK juga akan memanggil seluruh pihak yang diduga mengetahui kasus ini.
"Kami pastikan akan didalami terhadap para pihak yang akan kami panggil dan periksa sebagai saksi. Termasuk nanti akan juga dikonfirmasi kepada para tersangka," ucap Ali.
Sebelumnya, ICW meyakini Robin tidak bekerja sendiri. ICW mempertanyakan adanya peran penyidik lain di kasus suap itu.
"ICW meyakini penyidik Robin tidak bertindak sendiri dalam perkara dugaan suap atau gratifikasi ini," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana lewat keterangan tertulis, Jumat, 23 April 2021.
Kurnia mengatakan untuk merealisasikan janjinya, yaitu menghentikan perkara pada tingkat penyelidikan merupakan kesepakatan kolektif bersama penyidik lain dan mendapatkan persetujuan dari atasannya di kedeputian penindakan.
KPK menetapkan Stefanus Robin menjadi tersangka penerima suap Rp 1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial. Uang itu diminta dengan janji Robin akan membuat penyelidikan kasus korupsi Syahrial tidak akan naik ke tahap penyidikan. Selain Robin, KPK juga menetapkan Syahrial dan seorang pengacara Maskur Husain menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam mengakali kasus.
** Sumber Tempo Afridon
0 Komentar