Burharnuddin : Nekat Membunuh Herman Warganya Dusun Tabiang Hilir Desa Airsantok Kota Pariaman


 

Jasad Herman tergeletak bersimbah darah di depan warung  Burhanuddin


Pariaman, Editor   - Kasus pembunuhan oleh Kepala Dusun Tabiang Hilir, Desa Airsantok, Pariaman Timur, bernama Baharuddin , 52 tahun, kepada warganya bernama Herman, 61  tahun, dilatari sejumlah peristiwa dramatis. Rumah mereka pun saling berdekatan, satu suku,Jambak  namun tidak satu pusako.

Peristiwa pembunuhan yang terjadi pada pukul 09.,20  Wib itu menggemparkan warga desa tersebut dan menganggapnya seperti mimpi di siang bolong karena tidak mengira sama sekali  Burhanuddin  sampai nekat melakukan pembunuhan.

Ulasan berita ini merangkum keterangan enam orang warga Desa Airsantok secara acak yang mengenal Tambaro dan Herman. Namun karena tidak ingin dianggap memihak, keenam orang yang memberikan keterangannya kepada  Madia EDITOR    minta namanya tidak disebutkan.  hanya menyajikan hasil wawancara dan fokus menggali latar belakang peristiwa. juga menyunting keterangan beberapa saksi yang dinilai kontroversial dan bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan.


Menurut mereka, kasus tersebut dilatari kemarahan Herman kepada    delapan tahun silam karena mengangap Tambaro mencampuri urusan keluarganya dengan ikut mengurus pernikahan salah seorang keponakannya. Saat itu pula Herman menaruh dendam berkepanjangan kepada  Burhanuddin  hingga berakhir pada peristiwa berdarah, Selasa pagi (25/5/2021 ) Pukul  09,20 Wib 

Menurut mereka, apa yang dilakukan  Burhanuddin sebenarnya tidak salah karena keponakan Herman tidak mendapatkan sanksi dari desa, dan menurut mereka pula menikahkan orang adalah kerja mulia. Tapi karena Herman tidak pernah menyetujuinya, ia menumpahkan kemarahannya kepada  Burhanuddin 

Sejak itulah drama antara Herman dan  Burhanuudin   dimulai. Kemudian, enam tahun lalu saat malam pesta pernikahan warga Santok, Herman pernah ditegur  Burhanuddin  karena mematikan lampu di sekitar pentas orgen. Selaku kepala dusun,  Burhanuddin  beralasan dengan mematikan lampu sama saja dengan mempersilahkan orang berjoget dan ia khawatir akan jadi ajang pesta miras dan narkoba. Herman merasa tersinggung dan menantang  Burhanuddin  berkelahi, namun berhasil dilerai warga dan pemuka masyarakat.

Setelah peristiwa itu, kata mereka, Herman pernah didapati beberapa kali menantang  Burhanuddin  berkelahi, tapi selalu dilerai warga. Herman juga pernah mereka dengar memaki  Burhannuddin saat melintas di depan warung  Burhanuddin , namun tak digubris  Burhanuddin

"Herman beberapa kali kita dapati memaki dan menyindir  Buharnuddin  dan mengajak berkelahi.  Burhanuddin  tak pernah meladaninya," menurut mereka.

Perundungan Herman kepada  Burhanuddin kembali terjadi pada Senin malam (24/5/2021 ) saat mereka berdua menghadiri malam patang mambungkuih pesta pernikahan warga Desa Airsantok. Saat itu, di depan umum, Herman menyalakan rokok menggunakan korek api dan melemparkan batang korek apinya kepada  Burhanuddin

Batang korek api mendarat di dada  Burhanuddin  Kaget akan hal itu,  Burhannuddin menahan emosi dan memilih pulang guna menghindari pertengkaran.

"Herman mempermalukan  Buhannuddin  sebagai kepala dusun di depan umum.  Burhanuddin  memilih pulang setelah kejadian tersebut," terangnya.

Kronologi peristiwa pembunuhan

Keesokan paginya, Selasa pukul 07.00 Wib, Herman yang sedang mengantarkan istrinya - seorang guru - mengajar ke sekolah menggunakan sepeda motor, melihat  Buharnuddin  sedang membuka warungnya yang berada di depan Surau Balenggek, Dusun Tabiang hilir. Herman kembali memaki  Burhanuddin  dari atas motornya.

Pertengkaran hampir saja terjadi jika tidak dilerai oleh istri Herman, dan Herman pun lanjut mengantarkan istrinya. Beberapa saat sepulang mengantarkan istri, Herman kembali menemui  Burhanuddin  dan menantangnya berkelahi.

Sialnya, tidak ada seorangpun berada di warung tersebut selain Herman dan  Buharnuddin saat itu. Istri  Buharnuddin  bernama Elmi alias Yen, 52 tahun, yang biasanya menemani  Buharnuudin  di warung itu, juga sedang mandi di kamar mandi Surau Balenggek yang jaraknya sekitar lima belas meter dari warung  Buharnuddin 

 Burhanuddin  kembali ditantang Herman sepulang mengantarkan istrinya. Saat itu, kata mereka,  Buharnuddin mengaku sudah hilang kesabaran karena terus dimaki Herman dan seketika mengeluarkan sebilah parang lalu langsung menebaskannya ke badan Herman yang masih berdiri di atas motor dengan muka masih tertutup helm.

"Ada lima tebasan, di bahu, muka, lengan dan leher. Herman meregang nyawa seketika," kata mereka.

Sedangkan Yen yang baru saja selesai mandi sontak kaget saat melihat jasad Herman tergelatak di atas sepeda motornya, sedangkan suaminya tidak berada di tempat. Yen segera melaporkan peristiwa tersebut kepada warga.

Usai membunuh Herman,  Burhanuddin menemui keponakannya minta diantarkan ke polisi karena mengaku sudah membunuh Herman. Setiba di Polsek Pariaman,  Buharnuddin   menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya kepada polisi.


Keterangan Kepala Desa dan Ketua BPD Airsantok


Kepala Desa Airsantok, Edison, 44 tahun, mengatakan  Buhanuddin sudah dua periode menjabat kepala dusun. Selama ia menjabat, perilaku sehari-harinya wajar dan disukai warga. Setahu dia, Tambaro juga tidak pernah berkelahi dengan warga lain.

Sebagaimana kepala dusun lainnya, kata Edison,  Buharnuddin selalu aktif dalam setiap kegiatan masyarakat di dusunnya. Hubungannya dengan warga dan perangkat desa, kata Edison juga terbilang harmonis.

"Tidak ada yang janggal dengan perilakunya, wajar-wajar saja. Sebagai kepala dusun, ia menjalankan tugasnya dengan baik, makanya ia kembali dipercaya warga jadi kepala dusun untuk periode kedua," kata dia.

Saat terjadi peristiwa pembunuhan, Edison mengaku sedang berada di sawah. Jika saja ada warga selain Herman dan  Burhanuddin di lokasi kejadian, Edison meyakini peristiwa pembunuhan itu tidak akan terjadi.

Sebagai kepala desa, Edison bersama pemuka Desa Airsantok lainnya, juga telah mendatangi Mapolsek Pariaman. Di Mapolsek Pariaman, menurut Edison, ia membenarkan  Burhanuddin  dengan kesadaran sendiri menyerahkan diri setelah membunuh korban.


"Sekarang  Buharnuddin  dipindahkan ke sel tahanan Polres Pariaman dan jasad Herman dibawa ke RS Bhayangkara di Padang untuk dilakukan otopsi Malam di makam di bawa pakai Ambulance RSU Pariaman , banyak kerabat yang Melihat  ,"  Ujarnya


Selaku kepala desa, Edison menyayangkan peristiwa tersebut karena antara  Buhanuddin  dan Herman masih punya hubungan kekerabatan. Sebagai kepala desa, sebelumnya ia juga pernah mendamaikan antara Herman dan  Buharnuddin 


Ketua BPD Desa Airsantok, Dedi Afrizal, membenarkan sejumlah keterangan yang dihimpun EDITOR   yang didapat dari sejumlah narasumber terkait latar belakang peristiwa beradarah tersebut.


Bahkan menurut Dedi, perselisihan antara Herman dan  Buharnuddin  sudah beberapa kali diselesaikan pemuka masyarakat dan sudah pernah saling berdamai.

Dedi juga membenarkan peristiwa pelemparan korek api kepada  Burhanuddin oleh Herman di acara patang mambungkuih pesta pernikahan, sehari sebelum peristiwa pembunuhan.

"Benar, dan  Buharnuddin  pulang setelah itu," kata Dedi.

 Buharnudddin   sendiri, kata Dedi, sebelum dipilih warga menjadi kepala dusun, pernah merantau ke pulau Jawa dan kembali menetap di Desa Santok setelah menikah dengan Yen setelah ditinggal mati istri pertamanya.

"Ia tidak memilki anak bersama Yen, tapi pernikahannya dengan istri terdahulunya di Jawa, ia memiliki anak," kata Dedi.

Saat ini, kata Dedi, pihak desa menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada pihak kepolisian dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihak desa tidak akan mencampuri urusan hukum terkait peristiwa pembunuhan itu.


**  Sumber   Pariamantoday   /   OLP 

Posting Komentar

0 Komentar