Duka di Pariaman: Bocah 8 Tahun Meninggal Usai Ditendang Teman

Yusra Wati, salah satu anggota keluarga

Pariaman,  Editor – Kota Pariaman kembali dihadapkan pada tragedi memilukan. Seorang siswa kelas dua SDN 21 Jalan Kereta Api, Muhammad Omar Al Fatih (8), meninggal dunia setelah menjadi korban perundungan di sekolahnya. Fatih mengalami luka robek pada ginjal sepanjang 1,6 cm akibat tendangan yang diduga dilakukan oleh teman sekelasnya. Rabu 19 Maret 2025

Tangis duka menyelimuti rumah keluarga Fatih di Pariaman Tengah. Tanah pemakaman masih basah saat keluarga dan kerabat berkumpul untuk mengantarkan bocah malang itu ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kepergiannya yang mendadak menyisakan luka mendalam bagi keluarga, terutama sang ibu yang tak kuasa menahan kesedihan atas kehilangan anak keduanya dari lima bersaudara itu

Perundungan yang Berulang

Yusra Wati, salah satu anggota keluarga, mengungkapkan bahwa Fatih sempat merahasiakan kejadian yang dialaminya. Awalnya, ia mengaku hanya terkena bola saat bermain. Namun, dokter yang menanganinya mencurigai luka yang dideritanya dan menggali lebih lanjut penyebabnya. Dari penyelidikan lebih dalam, terungkap bahwa Fatih telah lama menjadi korban perundungan oleh teman yang sama.


"Ini bukan pertama kali. Tahun lalu, Fatih pernah pulang dengan benjolan di kepala akibat ulah temannya. Kini, dia harus pergi karena luka yang lebih fatal," ujar Yusra Wati dengan mata berkaca-kaca.

Tuntutan Keadilan

Keluarga berharap pihak sekolah dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini. Mereka juga mendesak adanya langkah konkret dalam mencegah kejadian serupa agar tak ada lagi anak yang menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di Kota Pariaman. Kejadian tragis yang menimpa Fatih menegaskan bahwa perundungan di sekolah bukanlah hal sepele. Diperlukan kesadaran bersama dari orang tua, guru, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak.

Kini, Fatih telah pergi, namun kepergiannya harus menjadi pelajaran berharga. Jangan sampai ada lagi nyawa yang melayang akibat perundungan di sekolah


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar