Gowes Pagi, Serukan Semangat Bersama Jelang Pacu Kudo Padang Pariaman

Rombongan Bupati Padang Pariaman Jonh kenedy Azis Menuju Pacuan Kudo

Padang Pariaman.Editor– Suasana pagi terasa berbeda di Padang Pariaman. Semilir angin pagi berpadu dengan deru ban sepeda yang melaju beriringan. Dari Pandopo Bupati, rombongan pesepeda yang dipimpin langsung oleh Bupati Padang Pariaman, Jonh Kenedy  Azis didampingi Kapolres Pariaman AKBP Amir Faisol, dan Wakapolres Kompol Indra, tampak bersemangat mengayuh pedal menuju lokasi Pacu Kudo.Jumat, 4 April 2025,

Lebih dari sekadar olahraga, gowes ini menjadi simbol kebersamaan dan sinergi antarinstansi dalam menyambut gelaran Pacu Kudo 2025 yang akan digelar dua hari ke depan, Sabtu–Minggu, 5–6 April 2025.

“Gowes bukan sekadar olahraga, tapi bagian dari semangat kebersamaan menyukseskan agenda daerah,” ujar Bupati Jonh.Kenady azis

Ia juga mengajak insan pers untuk turut mengawal dan menyebarluaskan kegiatan positif seperti ini. Gowes bersama menjadi gerbang pembuka semangat masyarakat untuk menyambut hiburan rakyat yang telah menjadi tradisi, sekaligus momen membangkitkan geliat ekonomi lokal.

Tanpa Judi, Pacuan untuk Rakyat

Satu hal penting yang kembali ditegaskan oleh Ketua Panitia Pelaksana Pacu Kudo, Fadly, adalah komitmen untuk menjauhkan unsur perjudian dari kegiatan ini.

“Pacu kuda adalah hiburan rakyat, bukan ajang taruhan. Judi itu merusak, bukan menguntungkan. Kita ingin masyarakat bergembira tanpa ada praktik yang merugikan,” tegas Fadly.

Gotong Royong dan Berkah Ekonomi

Persiapan menjelang event dilakukan penuh semangat gotong royong. Warga setempat bahu membahu bersama petugas membersihkan area pacuan. Andi, tokoh masyarakat Sekitar pacu kudo menyebut dampak ekonomi sudah terasa.

“Warung mulai ramai, penginapan penuh. Ini berkah buat kami,” ujarnya dengan senyum.

Dinas kesehatan dan BPBD akan bersiaga selama acara berlangsung, memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Juprizal, petugas parkir dari Dinas Perhubungan, mengaku telah siap mengatur alur kendaraan.

“Parkir kami atur tertib dan terjangkau. Motor Rp5.000, mobil Rp10.000. Lokasi utamanya di kawasan Honda,” katanya.

Pacu Kudo, Tradisi yang Menyatukan

Pacu Kudo bukan sekadar tontonan. Ia adalah denyut budaya, napas sejarah, dan wajah keramahan masyarakat Padang Pariaman. Dengan pengelolaan yang profesional dan komitmen kuat menjauhkan judi, gelaran tahun ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan semangat kolektif.

Kebersamaan dari pagi yang sederhana—bersepeda bersama—telah menyulut api optimisme: bahwa tradisi dan pembangunan bisa berjalan seiring, asal ada semangat dan niat yang bersatu.


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar