![]() |
Jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung via Sungai Geringging terancam ditutup akibat badan jalan yang terban dan nyaris putus di dua titik krusial Kamis 3 April 2025 |
Padang Pariaman. Editor - Jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung via Sungai Geringging terancam ditutup akibat badan jalan yang terban dan nyaris putus di dua titik krusial: Padang Olo, Kecamatan Sungai Limau, serta di Luhung, Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Sejak sebulan terakhir, kondisi jalan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan ini terus mengalami pengikisan akibat aliran air dan longsor. Jika hujan deras turun, jalan tersebut berpotensi amblas ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 50 meter, yang bisa mengakibatkan terputusnya akses bagi kendaraan roda empat.
Masyarakat Bergotong Royong Atur Lalu Lintas
Efendi (26), seorang pemuda setempat, mengungkapkan bahwa jalan yang semakin menyempit ini sulit dilalui kendaraan besar. Untuk menjaga aksesibilitas, warga secara bergantian melakukan sistem buka-tutup selama 24 jam.
"Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, jalan ini bisa ikut terban ke jurang, otomatis akan tertutup. Jika jalan ini putus, masyarakat akan terisolasi dan kehidupan mereka akan terganggu," kata Efendi, Kamis 3 April 2025
Menurutnya, jalan ini adalah jalur vital bagi perekonomian masyarakat Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah provinsi segera mengambil tindakan.
Pendapat ini diamini oleh Syafrial , warga Sungai Geringging yang kerap melintasi jalan tersebut. Ia menyoroti betapa bahayanya kondisi jalan bagi pengendara, terutama perantau yang sudah lama tidak pulang dan tidak mengetahui kondisi terkini.
"Banyak yang melaju dengan kecepatan tinggi tanpa menyadari ada bagian jalan yang amblas. Untungnya, warga selalu siap membantu mengatur lalu lintas," ujar Syahrial
Desakan ke Pemerintah Provinsi
Bupati Padang Pariaman, Jonh Kenedy Azis, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar segera memperbaiki jalan yang amblas. Ia menegaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan tanggung jawab Pemprov Sumbar.
"Pemda sudah menyampaikan permintaan perbaikan, baik secara lisan maupun tertulis, kepada Gubernur dan Dinas PUPR Sumbar," ungkap Jonh Kenedy Azis.
Meski pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk memperbaiki jalan tersebut, Pemkab Padang Pariaman telah mengupayakan pembangunan jalan alternatif dari Kamumuan ke Batu Gadang untuk mengurangi dampak isolasi akibat jalan terban.
Diketahui, jalan ini mulai mengalami longsor akibat hujan deras pada 7-8 Maret 2024. Lokasi yang paling terdampak adalah tikungan dekat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Padang Olo dan daerah Siguhung, yang menjadi ancaman serius bagi pengendara meskipun rambu-rambu peringatan telah dipasang.
Hingga kini, kendaraan roda empat dan dua harus melintas dengan ekstra hati-hati dan bergantian. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menjadi bencana yang lebih besar.
** Afridon
0 Komentar